kehadiran mu memberikan banyak rasa
meski tak bisa ku ungkapkan dengan kata
yakinlah ada rasa rindu yang menyala
dan ada rasa perih yang tak bisa di sela
karna ku ingin kau ada disini
kembali, aku hanya bisa menunggu disini
tak ada kabar mu sampai saat ini
ingin memaki, tapi siapa yang peduli
ingin berteriak, tapi siapa kan menanggapi
hanya tersenyum pait yang mengobati
hari berlalu dan berganti
sampai saat ini hanya bisa menanti
timbul pertentangan hati
apakah kau sengaja bersembunyi
ataukah memang ada sesuatu yang terjadi
ada tanya dalam diamku
mungkinkah kau ingin mengakhiri
jalinan kasih yang tak biasa ini
bila ingin mengakhiri, akhiri lah jangan bersembunyi
*tribute to*
Marcha
expresi jiwa
Tuesday, 22 May 2012
Sunday, 25 July 2010
dulu, kini dan nanti
akan ku simpan namamu di hatiku
ku ukir seulas senyuman manis mu
ku balut dengan nadi-nadiku
untuk nantinya ku kenang
sebagai wanita yang pernah memberiku gambaran indah dunia
kurangkai sebuah puisi untuk mengenangmu
lebih tepatnya ku buat ugkapan hati
betapa pernah kau ku miliki dulu
meski kini kau meninggalkanku
dan ku gali sebuah makam
untuk menyimpan jasad2 cinta yang pernah bersemi
yang dulu terasa manis menjadi pahit
sebagai lambang akhir cerita kita
yang sesungguhnya tak dapat ku mengerti
ku ukir seulas senyuman manis mu
ku balut dengan nadi-nadiku
untuk nantinya ku kenang
sebagai wanita yang pernah memberiku gambaran indah dunia
kurangkai sebuah puisi untuk mengenangmu
lebih tepatnya ku buat ugkapan hati
betapa pernah kau ku miliki dulu
meski kini kau meninggalkanku
dan ku gali sebuah makam
untuk menyimpan jasad2 cinta yang pernah bersemi
yang dulu terasa manis menjadi pahit
sebagai lambang akhir cerita kita
yang sesungguhnya tak dapat ku mengerti
Saturday, 13 June 2009
Tuesday, 19 May 2009
Tuesday, 12 May 2009
Akankah ku seperti layang-layang yang terhempas dan lepas
Atau kah kau dengan erat memegangiku?
Angin yang datang akan menjawab...
Dan bila layang-layang itu terlepas
Tiada mungkin dia terbang menghampiri
Karena kau telah membiarkannya di tusuk duri
Terjatuh berusaha tuk terbang sendiri
Tertatih tatih di dera hujan
Terbakar di siksa sang mentari...
- continue -
Atau kah kau dengan erat memegangiku?
Angin yang datang akan menjawab...
Dan bila layang-layang itu terlepas
Tiada mungkin dia terbang menghampiri
Karena kau telah membiarkannya di tusuk duri
Terjatuh berusaha tuk terbang sendiri
Tertatih tatih di dera hujan
Terbakar di siksa sang mentari...
- continue -
Monday, 4 May 2009
Belum ada judul III
ku titip kan salam lewat angin
tuk mengikatmu tetap bersamaku
meski ku sadar...
kau tak akan selamanya ada di pelukanku
tak bisa hadir menemaniku...
aku hanya bisa menunggu
kehadiranmu...
tak bisa memiliki dalam nyata
namun ku berharap memiliki hatimu
dan suatu hari nanti
bila hatimu juga tak bisa ku miliki
aku akan melangkah pergi
menghilang layaknya embun pagi
-= belum ada judul "end " =-
tuk mengikatmu tetap bersamaku
meski ku sadar...
kau tak akan selamanya ada di pelukanku
tak bisa hadir menemaniku...
aku hanya bisa menunggu
kehadiranmu...
tak bisa memiliki dalam nyata
namun ku berharap memiliki hatimu
dan suatu hari nanti
bila hatimu juga tak bisa ku miliki
aku akan melangkah pergi
menghilang layaknya embun pagi
-= belum ada judul "end " =-
Sunday, 3 May 2009
Belum ada judul II
" jika awan hitam itu adalah aku..
apa yg dapat kulakukan untuk membuat mentari itu kembali tersenyum?
haruskah berlalu bersama terpaan angin...? "
dan jika engkau pun berlalu, akankah mentari tersenyum?
bagiku keberadaanmu bukan lah bak awan hitam
keberadaanmu bak setitik cahaya terang...
seharusnya engkau memberikan dorongan
bukan berucap tuk "berlalu "
kembali dentingan gitar menghanyutkan ku dalam lagu
bukanlah sebuah lagu yang syahdu...
melainkan sendu..
sebuah lagu yang berusaha menghadirkan bayangmu
sepenggal lirik penyampaian rasa rinduku
barisan kata mewakili diriku tuk memelukmu
s`moga engkau mendengar alunan musik ini
berharap batinmu terketuk...
"Dimana pun kau kini berada "
apa yg dapat kulakukan untuk membuat mentari itu kembali tersenyum?
haruskah berlalu bersama terpaan angin...? "
dan jika engkau pun berlalu, akankah mentari tersenyum?
bagiku keberadaanmu bukan lah bak awan hitam
keberadaanmu bak setitik cahaya terang...
seharusnya engkau memberikan dorongan
bukan berucap tuk "berlalu "
kembali dentingan gitar menghanyutkan ku dalam lagu
bukanlah sebuah lagu yang syahdu...
melainkan sendu..
sebuah lagu yang berusaha menghadirkan bayangmu
sepenggal lirik penyampaian rasa rinduku
barisan kata mewakili diriku tuk memelukmu
s`moga engkau mendengar alunan musik ini
berharap batinmu terketuk...
"Dimana pun kau kini berada "
Subscribe to:
Posts (Atom)